
Foto-foto yang dirilis pada Jumat (20 Juni) menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh aktivis dari kelompok Palestine Action terhadap salah satu pesawat Airbus Voyager (model A330MRTT) milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF). Aksi ini terjadi di Pangkalan Udara Brize Norton, fasilitas militer terbesar RAF di Inggris.
Menurut saluran Telegram AviaCT dan UK Defense Journal, dua penyusup berhasil masuk ke area pangkalan pada Rabu (18 Juni). Salah satu dari mereka menyemprotkan cat merah ke badan dan mesin pesawat, sementara yang lainnya merusak bagian struktural pesawat menggunakan linggis.
+ Klik di sini untuk menonton video serangan terhadap pesawat
Salah satu pesawat yang terdampak adalah Airbus Voyager ZZ336, yang dioperasikan oleh Skuadron No. 10. Model ini secara luas digunakan sebagai transportasi resmi Perdana Menteri Inggris dan anggota Keluarga Kerajaan, sehingga menimbulkan dampak politik yang besar.
Meskipun aksi tersebut cukup nekat, kedua aktivis berhasil melarikan diri dari lokasi tanpa tertangkap, yang menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan pangkalan tersebut.
Menteri Pertahanan Bayangan, Mark François, memperingatkan tentang implikasi yang lebih luas dan mengatakan: “Ada pertanyaan serius yang harus dijawab oleh Kementerian Pertahanan tentang bagaimana para ‘demonstran’ ini — yang mungkin saja merupakan teroris bersenjata — dapat mengakses pangkalan RAF yang seharusnya aman.”
Sebagai tanggapan atas insiden ini dan aksi serupa lainnya, pemerintah Inggris bersiap untuk menetapkan Palestine Action sebagai organisasi terlarang, yang berarti setiap keterlibatan dengan kelompok tersebut akan menjadi ilegal.
Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper diperkirakan akan menyampaikan pernyataan tertulis kepada Parlemen minggu depan untuk memulai proses pelarangan berdasarkan undang-undang anti-terorisme yang berlaku.
Sumber dan gambar: UK Defense Journal | Telegram Avianews @AviaCT | X @Aarikan46. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
